stop crying!!

November 3rd, 2007 by ikanberenang

tiba-tiba kesunyian yang menyakitkan

titik rapuh ini
perbatasan antara egoisme dan segala sesuatu yang
tak pernah terjelaskan

sekali waktu sempat kutanya
adakah sebuah titik
yang sungguhsungguh menyatakan HENTI
tanpa satu kata, paragraf, bab lain, atau edisi berikutnya
sebuah titik yang sempurna

laila majnun itu mak….

August 3rd, 2007 by ikanberenang

ini tentang buku
dari kemarin aku membaca laila majnun
mamak yang membelikanku buku itu

tapi ternyata
aku jadi merasa seperti orang tua membacanya
entah kenapa

dan kenapa juga
mamak bisa menikmatinya???

August 2nd, 2007 by ikanberenang

ada satu yang tak pernah bisa kita rayakan bersama
selalu saja kita menghindar, berlari, dan sembunyi
saat sampai di titik itu

katakanlah
:kau pun tak nyaman karenanya

august, 2nd

saat menjadi tua

July 26th, 2007 by ikanberenang

ada banyak hal yang kupikirkan
tentang bagaimana aku akan menjalani hari tua
tidak terlalu menyenangkan

aku selalu ingin mati muda
tapi nyatanya itu tak lagi mungkin
karena sekarangpun aku sudah tidak lagi muda

jadi,
aku mencoba mereka-reka
kira-kira bagaimana tua yang menyenangkan

hari-hari ini
aku menghabiskan waktuku dengan bertemu banyak orang
ngobrol dengan mereka
dan kurasa aku menikatinya

jadi,
aku berpikir
aku akan membuka warung kopi saat aku sudah tua
membuka warungku pagi-pagi
menyalakan api dan menyiapkan cangkir-cangkir berhias gambar bunga

seharian aku takkan kesepian
karena akan datang banyak orang
minum kopi dan ngobrol tentang berbagai hal

di warungku obrolan mereka berputar-putar

bersama asap rokok, asap harum kopi, dan asap kayu dari tungku

mungkin mamak juga akan mampir ke warungku
suatu hari nanti

tiba juga

June 12th, 2007 by ikanberenang

akhirnya tiba juga hari ini

hari yang kutahu pasti akan datang
meski aku tak pernah tahu kapan
sama seperti kematian
kita pasti tahu ia akan datang
meski kita tak bisa tahu kapan

alangkah sakit saat sadar
kerlip sinar itu ternyata cuma semu

setidaknya aku tahu
kapan aku harus berkemas

juni 12nd 2007

super earth

May 4th, 2007 by ikanberenang

Ditemukan planet baru yang mirip bumi. Begitu saya baca di harian pagi beberapa hari yang lalu. Kemudian, kemarin Ninok Leksono menulis penemuan planet ini telah menimbulkan gairah dalam pencarian planet dan kehidupan ekstraterestrial. Nanti suatu ketika, bukan tak mungkin, ras manusia akan pindah ke sana, sebagian. Apa istilahnya? Semacam transmigrasi atau imigrasi, tapi ke planet lain, di galaksi lain pula. Jadi apa ya namanya? Aku belum tahu.

Super earth jauhnya 20 x 9.500.000.000.000 km dari bumi. Jadi kalau ditenpuh dengan jalan kaki (Doraemon punya alat untuk jalan kaki ke bulan, Nobita pernah pinjam, tapi karena posisi bulan makin lama makin naik, dia terperosot jatuh kebumi lagi saat mencapai kemiringan 90 derajat), kita akan terbebas dari kewajiban sholat dan puasa selamanya karena kita jadi musafir sepanjang sisa umur kita dan pasti mati di perjalanan karena kehabisan bekal dan oksigen. Pakai pesawat luar angkasa pun akan lama, karena kita belum punya yang benar-benar cepat. (bagaimana ya cara untuk menemukan arah di luar angkasa sana, bagaimana kalau kita justru tersesat, tersedot oleh black hole).

Lalu saya berandai-andai,memikirkan berbagai kemungkinan. Pindah ke planet lain di galaksi lain, pakai pesawat super cepat dan kalau sudah di sana saya akan jalan-jalan. Ke tempat-tempat yang belum ternamai, masih sepi, belum banyak jalan kesana kemari, belum ada gedung-gedung yang membuat sesak, bahkan belum banyak jagung, padi, dan pohon-pohon. Tapi bagaimana kalau kangen rumah? Kangen ibu? Kangen teman-teman yang tertinggal di bumi? Bisakah kirim surat? E-mail? SMS?

Saat berangkat ke sana mungkin semacam Noah’s ark. Pesawatnya penuh dengan manusia, segala jenis hewan dan tumbuhan untuk ditanam dan dipelihara di sana (dan di bumi tinggalah para pendosa, tenggelam oleh es dari kutub yang mencair karena pemanasan global). Yang akan berangkat dulu adalah ilmuwan, (itu pasti, seperti di film-film science fiction) karena ini bukan lagi jaman para pioner membuka daerah baru di benua amerika. Jadi, akan lain dengan novel Karl may. Bukan lagi berbekal senapan pemburu beruang. Kecuali kalau di sana ada makhluk hijaunya.
Politikus yang bikin ruwet, investor yang cari untung melulu, para oportunis, seniman, penjual makanan, guru TK, beautician, tukang pijat, tukang cukur, mucikari, berangkat belakangan. Tukang loak sebaiknya tidak ikut bereksodus ke sana. Karna karier di bumi pasti lebih menjanjikan.

Berkaitan dengan beberapa hal, pasti ada banyak yang berubah. Karena di sana hanya ada 13 hari dalam satu tahun, maka umur kita akan bertambah banyak sekali. Kalau kita pindah saat berumur 50 tahun maka usia kita jadi 365,25 x 50 : 13 = 1.404,80 tahun!
Pendidikan dasar akan berlangsung ratusan tahun, menanam padi di sawah akan memakan waktu 9 tahun. Lalu, karena yang pindah bukan Cuma dari satu negara akan ada perdebatan, apakah kita akan membentuk negara baru lengkap dengan bendera, lagu kebangsaan, dan konstitusinya? Apa bahasa nasionalnya?

Jika di sana benar-benar tak ada orang, kita bisa memulai segalanya dari awal. Membangun peradaban baru, memulai segalanya dengan lebih terencana. Kita akan membangun kota, menanam pohon, membuat taman bermain, sekolah, lapangan sepak bola dan warung kopi.mungkin akan diperlukan banyak tempat bersenang-senang, akrena di sana sepi.

Kalau ternyata di sana sudah ada penghuninya, makhluk seperti apa kira-kira mereka? Hijau, kurus, kakinya panjang, matanya besar? Semoga bukan, karena jika iya, sanggupkah kita? Bertetangga, berteman, pacaran, dan menikah dengan mereka.
Bagaimana kalau kita tidak usah pindah saja? Lalu mangan ora mangan kumpul. Tapi benarkah bumi sungguh-sungguh tak lagi mampu menanggung beban yang kita tumpukan di bahunya?

may, 3rd 2007

indonasuwa

April 30th, 2007 by ikanberenang

suatu hari di tahun 2005
saya sedang ngobrol bersama ibu-ibu di komunitas pengungsi dari sampit
mereka tinggal di rumah-rumah sempit di pinggir kali
yang dibangun oleh pemerintah
karena bahasa madura saya buruk dan seringkali tidak dimengerti orang lain
saya bertanya kalau ngobrolnya pakai bahasa jawa ngerti nggak
ya, ngerti, tapi bahasa jawa kasar saja
kalau pakai bahasa indonesia?
jangan,banyak yang gak ngerti
lalu seorang ibu bercerita
suatu hari tetangganya diundang rapat di sekolah
ia mengusulkan agar rapatnya tidak dalam bahasa indonasuwa
tak ngerteh pak

indonesia? indonasuwa?
yang belum saya tahu adakah hubungannya dengan kehidupan
berbangsa kita
apakah mereka yang tidak tahu dengan jelas bahwa negara kita adalah indonesia
dan bukan indonasuwa juga paham bahwa mereka adalah warga indonesia juga
makan dari tanahnya
minum airnya
ikut menanggung hutangnya
ikut menanggung aibnya
dan ikut sengsara bersama jutaan yang lainnya

saya juga bilang “tak ngerteh”

nawangwulan dan tarub

March 22nd, 2007 by ikanberenang

temanku nawangwulan yang menikah dengan tarub
ia bercerita padaku
kini ia bidadari yang tak bisa lagi terbang
bahkan beranjak pun tidak
ia tertancap serupa batang waringin
di tepi sendang
memasak, melahirkan bidadari kecil, dan menatap matahari
terik dari jendela kamar sempitnya
bahkan ia tak bisa menghirup aroma kenanga
seperti di kahyangannya
ia bercerita padaku
telah kehilangan kunci pintu kemana sajanya
aku tahu sesuatu
jadi kukatakan padanya
pastilah tarub menyembunyikannya di lumbung padi
nanti jika ia melanggar laranganmu untuk membuka dandang
saat kau bertanak sehingga kau
tak lagi bisa menanak sebutir beras jadi sedandang nasi
kau akan menemukan kuncimu di bawah tumpukan gabah

tapi
tarub telah menjual lumbungnya pada ntah siapa
tak mungkin lagi nawangwulan menemukan kuncinya

dan tarub berkata padanya
tinggallah di sini
bersamaku
melihat bidadari kecil kita tumbuh
kan kupasang genting kaca di atap rumah kita
agar dapat kau lihat pelangi kala
hujan gerimis sore hari

(maret 2007, apa kabar ling?)

January 12th, 2007 by ikanberenang

hari ini aku terlalu bersedih untuk bergembira
membaca luka, aku tak mampu berkata
siapa pergi?
kaukah itu?
tutuplah pintu….

di dalam tas

December 22nd, 2006 by ikanberenang

(aku bukan doraemon, aku pengembara)

di dalam tasku ada papan tulis, sarung, spidol, handuk, sikat gigi, minyak kayu putih, isolasi, stapler, pakaian dalam, sabun, korek, pensil, buku catatan, charger, gunting, sisir berwarna hijau, map biru, biji-bijian, botol air minum, kaos, dan kadang tanaman dari tepi jalan atau halaman orang

suatu hari nanti aku ingin membawa kamar mandi di dalamnya, karena kadang aku jengah mandi di kali, bukan karena tubuhku, tapi karena kutahu Ayuk dan ikan-ikan tak akan setuju

aku juga ingin membawamu serta ke mana saja di dalam tasku, agar aku tak gelisah saat pergi jauh

desember lagi