Archive for December, 2007

cerita perpisahan

Tuesday, December 25th, 2007

Aku ingin menggambari daun pintu rumahku kelak
Dengan sulur-sulur dedaunan
Kau tak setuju
Lalu kau meninggalkanku

7 november 2007Sea

the changing climate

Tuesday, December 25th, 2007

Bulan november kemarin, ketika pergi ke Jakarta, menggerutu dalam hati. Sepanjang jalan dan selama di Jakarta tidak banyak yang membuatku gembira. Justru jengkel. Pasalnya, Jakarta ini truly Indonesia. Semrawutnya, tidak nyamannya, semuanya.

Masih ditambah lagi sebelum berangkat itu menyaksikan dan mendengar orang-orang yang sibuk mau mendaftarkan diri jadi pegawai negeri sipil. Aku marah-marah. Karena sekian banyak orang ingin jadi PNS dengan tujuan sama. Agar hidupnya terjamin karena tiap bulan dibayar negara dan kalau sudah berhenti bekerja juga dapat pensiunan. Aku marah karena mereka sebagian besar tidak bercita-cita untuk masuk ke dalam sistem untuk memperbaiki keadaan negeri kita Indonesia raya tercinta. Egois. Aku marah karena aku tahu para pegawai negeri itu banyak yang tidak serius bekerja. Juga banyak yang tidak jelas apa pekerjaannya. Tidak efisien.

Tapi, waktu seminggu di Bali kemarin, ada yang membuatku terheran-heran dan terkaget-kaget. Di forum masyarakat sipil itu kan banyak sekali para aktivis dari NGO. NGO macam-macamlah. Yang anti tambang, anti nuklir, anti incinerator, yang berjuang untuk keadilan gender, memperjuangkan lingkungan hidup, dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin aku memang termasuk jenis orang yang gumunan. Melihat rupa-rupa orang di sana aku kaget. Bagaimana tidak, sekarang para aktivis NGO ternyata seperti artis dan foto model saja layaknya. Penampilannya itu lho….

Mungkin aku juga terlalu ndeso. Mendengar obrolan mereka di kala break rasanya aneh. Apa yang sedang diomongkan. Tapi aku semakin yakin kalau mereka adalah fotomodel karena mereka sering banget foto!

Cuma karena itu semua aku jadi termenung-menung sepanjang acara. Malas ngomong karena tidak paham ujung pangkalnya acara ini. Aku lebih banyak memperhatikan mereka-mereka yang datang dari komunitas marjinal. Jenis rakyat Indonesia yang sesungguhnya. Yang tersingkir karena di tanahnya dibangun kebun kelapa sawit raksasa seperti Pak Mad, yang menderita karena tumpukan sampah menggunung longsor ke desanya seperti orang-orang dari Bandung, yang rumahnya terendam lumpur, atau seperti pak irwansyah yang harus selalu banyak berdoa ketika akan berangkat melaut karena ikan-ikan sudah habis dikeruk trawl. Rakyat indonesia sesungguhnya? Ya. Karena ada kelas lain dalam forum itu. Para aktivis ini tidak kelihatan berposisi sama. Mereka sebangsa dewa penolong untuk para rakyat jelata tadi. Tidak nampak bahwa mereka sepenanggungan berada dalam negara yang mau hancur inilah pokoknya.

Aku jadi merangkai kesimpulan. Sepertinya ada gaya hidup baru sekarang ini, bekerja di NGO. Bekerja. Kalau gaya lama adalah bekerja untuk kemanusiaan, yang ini jalan hidup, bukan gaya hidup. The changing climate…..

Satu hal lagi, yang membuat aku nyengir, bukan tidak mungkin nantinya ada NGO yang anti NGO dengan kelakuan semacam itu. Bukan tidak mungkin.

Catatan dari Bali 3 – 10 Desember 2007

demam baru

Tuesday, December 11th, 2007

climate change
climate justice
global warmimg
carbon trading
REDD

itu sebagian dari banyak topik yang menghantui kami selama seminggu
di Nusa Dua
seandainya tidak ditabuh genderang UNFCCC mungkin isu ini juga tidak mengemuka
meski semua orang sudah merasakan dampaknya
meski sebagian orang juga sudah menyadari apa yang sedang terjadi

semoga saja saat perhelatan usai orang masih merasa tetap relevan membicarakannya
orang masih tetap terpangggil untuk melakukan composting
menghemat energi menanam pohon tidak boros fossil based fuel
dan masih tetap meneriaki para produsen emisi gas rumah kaca
siapa? indonesia?
ah masa…….

menari bersama tuhan

Tuesday, December 11th, 2007

hare krishna, hare krishna, krishna, krishna, krishna, hare, hare
hare rama, hare rama, rama, rama, hare, hare

oh tuhan yang maha memikat dan maha membahagiakan,
mohon menyibukkan hamba dalam bhakti kepada-mu

itu adalah maha mantra dari Veda yang secara khusus diperuntukkan untuk menghadapi zaman pertengkaran dan kecemasan ini -zaman kali yuga-
yang membuatnya menarik, adalah komunitas hare krishna mengucapkan itu dalam nyanyian
tiga kata yang diulang-ulang
dinyanyikan dengan iringan musik yang membuat kita tertarik untuk ikut menari

mereka berkata mengucapkan mantra itu membuat kita bahagia
paling tidak saat itu kulihat wajah-wajah cerah berseri
menari dalam lingkaran

catatan dari bali 3 -10 desember 2007

dilarang menembak burung

Tuesday, December 11th, 2007

masuk ke lokasi UNFCCC di Nusa Dua kita akan melalui pos pemeriksaan
sebuah pos yang dipenuhi polisi
di situ biasanya mobil diperiksa
id card kadang dilihat
pengamanan yang cukup seram

nah, sebelum sampai tempat itu
ada persimpangan
yang disisi kirinya adalah sudut sebuah taman
dengan sebuah papan larangan bertuliskan :
- dilarang berjalan di atas rumput
- dilarang menyabit rumput
- dilarang memetik bunga
- dilarang menembak burung
- dilarang mengambil janur

tepat di seberang jalan, dua polisi berdiri bersiaga
keduanya memegang senjata laras panjang
dalam posisi siap tembak
tentu bukan untuk menembak burung

ironis???
itulah indonesia…..

catatan dari bali, 3- 10 desember 2007