super earth
Friday, May 4th, 2007Ditemukan planet baru yang mirip bumi. Begitu saya baca di harian pagi beberapa hari yang lalu. Kemudian, kemarin Ninok Leksono menulis penemuan planet ini telah menimbulkan gairah dalam pencarian planet dan kehidupan ekstraterestrial. Nanti suatu ketika, bukan tak mungkin, ras manusia akan pindah ke sana, sebagian. Apa istilahnya? Semacam transmigrasi atau imigrasi, tapi ke planet lain, di galaksi lain pula. Jadi apa ya namanya? Aku belum tahu.
Super earth jauhnya 20 x 9.500.000.000.000 km dari bumi. Jadi kalau ditenpuh dengan jalan kaki (Doraemon punya alat untuk jalan kaki ke bulan, Nobita pernah pinjam, tapi karena posisi bulan makin lama makin naik, dia terperosot jatuh kebumi lagi saat mencapai kemiringan 90 derajat), kita akan terbebas dari kewajiban sholat dan puasa selamanya karena kita jadi musafir sepanjang sisa umur kita dan pasti mati di perjalanan karena kehabisan bekal dan oksigen. Pakai pesawat luar angkasa pun akan lama, karena kita belum punya yang benar-benar cepat. (bagaimana ya cara untuk menemukan arah di luar angkasa sana, bagaimana kalau kita justru tersesat, tersedot oleh black hole).
Lalu saya berandai-andai,memikirkan berbagai kemungkinan. Pindah ke planet lain di galaksi lain, pakai pesawat super cepat dan kalau sudah di sana saya akan jalan-jalan. Ke tempat-tempat yang belum ternamai, masih sepi, belum banyak jalan kesana kemari, belum ada gedung-gedung yang membuat sesak, bahkan belum banyak jagung, padi, dan pohon-pohon. Tapi bagaimana kalau kangen rumah? Kangen ibu? Kangen teman-teman yang tertinggal di bumi? Bisakah kirim surat? E-mail? SMS?
Saat berangkat ke sana mungkin semacam Noah’s ark. Pesawatnya penuh dengan manusia, segala jenis hewan dan tumbuhan untuk ditanam dan dipelihara di sana (dan di bumi tinggalah para pendosa, tenggelam oleh es dari kutub yang mencair karena pemanasan global). Yang akan berangkat dulu adalah ilmuwan, (itu pasti, seperti di film-film science fiction) karena ini bukan lagi jaman para pioner membuka daerah baru di benua amerika. Jadi, akan lain dengan novel Karl may. Bukan lagi berbekal senapan pemburu beruang. Kecuali kalau di sana ada makhluk hijaunya.
Politikus yang bikin ruwet, investor yang cari untung melulu, para oportunis, seniman, penjual makanan, guru TK, beautician, tukang pijat, tukang cukur, mucikari, berangkat belakangan. Tukang loak sebaiknya tidak ikut bereksodus ke sana. Karna karier di bumi pasti lebih menjanjikan.
Berkaitan dengan beberapa hal, pasti ada banyak yang berubah. Karena di sana hanya ada 13 hari dalam satu tahun, maka umur kita akan bertambah banyak sekali. Kalau kita pindah saat berumur 50 tahun maka usia kita jadi 365,25 x 50 : 13 = 1.404,80 tahun!
Pendidikan dasar akan berlangsung ratusan tahun, menanam padi di sawah akan memakan waktu 9 tahun. Lalu, karena yang pindah bukan Cuma dari satu negara akan ada perdebatan, apakah kita akan membentuk negara baru lengkap dengan bendera, lagu kebangsaan, dan konstitusinya? Apa bahasa nasionalnya?
Jika di sana benar-benar tak ada orang, kita bisa memulai segalanya dari awal. Membangun peradaban baru, memulai segalanya dengan lebih terencana. Kita akan membangun kota, menanam pohon, membuat taman bermain, sekolah, lapangan sepak bola dan warung kopi.mungkin akan diperlukan banyak tempat bersenang-senang, akrena di sana sepi.
Kalau ternyata di sana sudah ada penghuninya, makhluk seperti apa kira-kira mereka? Hijau, kurus, kakinya panjang, matanya besar? Semoga bukan, karena jika iya, sanggupkah kita? Bertetangga, berteman, pacaran, dan menikah dengan mereka.
Bagaimana kalau kita tidak usah pindah saja? Lalu mangan ora mangan kumpul. Tapi benarkah bumi sungguh-sungguh tak lagi mampu menanggung beban yang kita tumpukan di bahunya?
may, 3rd 2007