mozaik

Suatu pagi yang
lain

Tapi masih juga
seperti kemarin

Membuka mata di
antara kertas berserak

Cangkir-cangkir
kopi sisa semalam

Asbak penuh puntung
rokok

Dan kepala terasa
berat

Tidur yang tak
nyaman

Beralas mimpi-mimpi
mengerikan…

16 jan 2006

Jember
smile net

Kau tak ingat sperma siapa
yang

tersisa semalam

tapi burung bangau yang
berserak itu

mengingatkanmu akan aromanya.

Kepalamu begitu berat dan kau
hanya mampu

Berjalan pada sesuatu yang
berulang-ulang

Wc…kamar mandi di sebelahnya

Keluar dengan pandang lega dan

Menuju kompor yang sumbunya
tak lagi sempurna

Kopi kau siapkan di cangkir
yang retak oleh entah

Sambil menunggu air itu
mendidih kau nyalakan rokok sisa semalam

Betapa pekatnya kopimu

Betapa pekatnya malammalammu

Tapi bangaubangau berserak itu

Mengingatkanmu pada aromanya

Begitu saja

Lalu ruang itu lagi

Kertas-kertas,
komputer, berbaur

Tak rapi bersama
koran

Menghirup kopi,
menyalakan

Komputer, begitu
mekanis

Oh ya

Koran pagi ini,
tentu saja

Koran pagi, penuh
berita duka

Dari seluruh negeri

Dari seluruh
penjuru dunia

Bukankah kau mau
mengubah wajahnya?

Tapi mungkin
bacaanmu yang harus

Berganti, tapi
apa…majalah perempuankah?

Majalah
agrobisniskah? Koran gosip?

Atau surat yasin?

Tapi hari ini
bertumpukan kerja

Selalu ada yang
datang menyisip di antara

Agenda yang sudah
rapi

Siapa bilang kau
bukan perempuan sibuk?

Perempuan karir?
Perempuan kantoran?

Seperti semua teman
lama yang tersebar di milis, meski

Kau tak bangun pagi
berdandan rapi pergi

Ngantor. Kau juga
tak pergi ke luar negeri

17 jan 2006

Montana II

Siang itu….

Jam di dindingmu meronta dua
belas kali

Tubuhmu belum beranjak dari
kursi yang

Statis di depan komputer

Tulisan ‘staff only’ kau ganti

Dengan ‘don’t trust your
fucking computer’

Paling tidak itu membuatmu
lega

Bersabar-bersabar

Itu terus kau ulang serupa doa
pengharapan

Perutmu pun meronta menyambut
jam yang berdentang

Kopi dan rokok yang tak henti
kau hisap

Membuatmu lupa kata lapar

Tapi perutmu mencatat kata
lapar itu

Dalam kamusnya – Dengan cetak
tebal!!

Betapa penatnya hari-hari ini

Sebuah sms masuk

‘bercinta yuk’

Moodmu langsung ambruk dan

Kau memutuskan berendam

Di sungai yang dipenuhi
bambu-bambu

Yang tak hentihentinya
bernyanyi

Komputer kau matikan

Berendam-berendam-berendam

Kau terus mengulangnya serupa
mantra!!

Hari begitu terik

Matahari bernafsu tuk
menggigit

11.26 18 jan 2006

Montana II

Ada baiknya kau
temui dulu Tuhan

Bertanyalah berapa
panjang

Jalan tersisa

Berujungkah ia

Meski kau selalu
tahu jawabnya

Tuhan, entah
kenapa,

Enggan menjawab
pertanyaanmu

Yang itu

23 jan 2006

Klanting

Bunga-bunga di halaman rumah
bermekaran

Kau lupa menyapanya.
Berwarna-warni

Dan menyehatkan mata

Kenapa jauh-jauh berendam

Jika matamu nyaman berada

Di kedalaman indahnya.

Tiba-tiba matamu perih

Air mata meluncur tanpa kendali

12.18 18 jan 2006

Montana II

Mungkin kau sedang
menulis hujan gerimis

Menghias sepihari
jadi semarak ruang pesta

Bergemuruh suara
tawa

Teman-teman lucumu

Yang tak pernah
tahu

Sejenis sakit kau
simpan dalam

Balutan segala rupa
kesibukan dan kerja

Juga makian dan
perjalanan

Kau simpan juga

Dalam-dalam

Harap dan cemas
ibumu

Akan usiamu

Akan hari esokmu

23 jan 2006

klanting

Malam menutup tirai

Lalukah senja?

Lalukah luka?

17 jan 2006

Montana II

Hampir dini, dingin memeluk
tanpa kompromi

Kau masih bertahan di depan
monitor-

Matamu merah tapi kau tetap
memaksanya

Tepukan di punggungmu
mengingatkanmu

Tuk bersabar (rontok bro)

17
jan 2006

Montana
II

2 Responses to “mozaik”

  1. Eri Says:

    bagaimana mungkin aku bisa berhenti mencintaimu jika kau sebegitu indahnya

  2. mhiens Says:

    jangan buat aku jatuh cinta padamu donk……….
    kapan ke jember?

Leave a Reply