semua adalah luka
karena kepergianmu meninggalkan luka
luka sebesar kehadiranmu dulu
adalah luka
mengenangkan masa itu
ketika kutemukan langit malam di wajahmu
sesabit rembulan di senyummu
sepasang kejora di matamu
dan kulukis awan di sana
dengan bibirku
adalah luka
menyapa kembali bayangmu
di rumah sepi
di tepi jalan itu
adalah
luka ketika gerimis kembali menyentuhku
di jalanan berbatu
pernah kita tapaki dalam tawa
adalah luka
pada harum semerbak segelas kopi
kuseduh pagi hari
seolah panas mendidih airnya menyentuh kulitku
seperti pecah gelasnya menyentuh jariku
adalah luka
ku tak dapat menyembuhkannya
-desember seperti dulu