Archive for December, 2005

Saturday, December 31st, 2005

tetapi kini kerinduan berbahasa lain

sebuah rumah

Wednesday, December 21st, 2005

mungkin sebuah alamat
tapi telah kulupa
mungkin sebuah janji
kau ucap dalam ekstase
sebuah rumah kau
bangun dengan liang
di bawah tanah
nyaman serupa sarang kelinci
dan hangat seperti dalam
pelukmu
di mana ia berada kini?
terselipkah dalam lembaran mimpimimpiku
atau telah hilang
dari berkas
berkas kukumpulkan di
map berserak

bukankah kau telah mati

Wednesday, December 21st, 2005

mengapa masih kucari bayangmu
diantara mereka yang lalu lalang
bukankah kau telah mati
seminggu yang lalu
kutikam kau dengan belati
lalu kukubur kau bersama korankoran tua
dan buku harian lama
di dekat kolam lele
mengapa masih kucium bau tubuhmu
larut bersama angin sore
basah sisa hujan
bukankah  kau telah mati
kutikam kau dengan belati
karena ku tak tahu lagi
bagaimana mesti menghadapimu
karena ku tak tahu lagi
kata mana yang membuatmu mengerti

semua adalah luka

Monday, December 19th, 2005

karena kepergianmu meninggalkan luka
luka sebesar kehadiranmu dulu

adalah luka
mengenangkan masa itu
ketika kutemukan langit malam di wajahmu
sesabit rembulan di senyummu
sepasang kejora di matamu
dan kulukis awan di sana
dengan bibirku

adalah luka
menyapa kembali bayangmu
di rumah sepi
di tepi jalan itu

adalah
luka ketika gerimis kembali menyentuhku
di jalanan berbatu
pernah kita tapaki dalam tawa

adalah luka
pada harum semerbak segelas kopi
kuseduh pagi hari
seolah panas mendidih airnya menyentuh kulitku
seperti pecah gelasnya menyentuh jariku

adalah luka
ku tak dapat menyembuhkannya

-desember seperti dulu

daun-daun itu

Sunday, December 11th, 2005

musim hujan datang
dan kau tak lagi

aku ingin memelukmu

Sunday, December 11th, 2005

Di luar hujan
tak berhenti sejak semalam
aku membaca surat-suratmu
berapa panjang jalan kita lalui?
tiba-tiba aku takut kehilanganmu
takut kau pergi lebih dulu
aku membaca surat-suratmu
aku ingin menghambur ke pelukanmu
menyembunyikan tangisku
Di luar hujan
jangan pergi
jangan tinggalkan aku
di dunia yang sering tak sepaham denganku