jaswadi

January 16th, 2009 by ikanberenang

membuka friendster hari ini langsung tertawa geli melihat shout out-nya eri yang bilang “jaswadi oh jaswadi”…

hari jum’at kemarin, waktu di ambulu, eri rasan-rasan soal nama anaknya. lalu jarwo usul namanya dewi pramudita jarwaning ati. benar-benar tidak kreatif, komentar eri. karena dewi dan bthari itu artinya sama saja

kalau begitu kan nama adik berkakak nanti sama saja. dan lagi apa artinya jarwa?

kata jarwo artinya pitutur yang baik, eri penasaran, jadi seperti saran yang selalu disampaikan dosen-dosen kami dulu - check your dictionary-  dia membuka kamus besar bahasa indonesia. tetapi ternyata jarwa itu artinya hasil pengolahan. berikutnya, dia tertawa keras-keras. apa pasal? ternyata di bawahnya ada lema “jaswadi” yang artinya ternyata kondom!

akhirnya kami tertawa sampai susah berhenti karena selama ini kami banyak kenal orang-orang bernama jaswadi, yang tentunya juga tidak tahu kalau di dalam kamus namanya berarti kondom…

semakin geli lagi ketika membayangkan pergi ke apotik lalu bilang ‘beli jaswadi… yang rasa durian…”

ha ha ha…. tapi aku penasaran kira-kira ada berapa orang yang tahu kalau bahasa indonesianya condom itu jaswadi!

bosan…

November 19th, 2008 by ikanberenang

akhir-akhir ini semua jadi kehilangan warna

semua membosankan

tak banyak hal menarik atau hal baru yang kutemukan

rasanya mau pergi jauh-jauh

mencari hal baru yang lebih menyenangkan

seandainya bisa

begitu saja pergi ….

mengapa matematika penting

September 5th, 2008 by ikanberenang

kita sering kali meragukan manfaat berbagai hal. begitu pula saya, dari dulu bertanya-tanya kenapa harus belajar matematika di sekolah. pelajaran yang susah dan sulit kulogikakanrasanya waktu sekolah dulu saya tidak pernah menikmati pelajaran matematika

tapi sekarang saya tahu, setidaknya dari dua hal, bahwa matematika itu penting, yang akan saya ceritakan ini adalah hal pertama, bahkan dalam kisah ini dapat menyelamatkan nyawa

tersebutlah di sebuah turnamen bela diri dunia……….

Krullin, teman Goku, bertarung melawan Chaozu. Chaozu adalah murid guru Bangau. ia hebat. sangat kuat. kepalanya sekeras berlian, dan bisa melayang-layang di udara. sedang Krullin yang merupakan murid pertapa kura-kura, bukanlah murid yang menonjol. ia tidak seperti Goku, yang sangat kuat dan dapat melakukan melebihi yang diajarkan gurunya.

peraturan dalam pertarungan tersebut adalah pemenangnya adalah siapa yang lebih dulu dapat menjatuhkan lawannya keluar dari ring. ini sulit buat Krullin. karena tiap kali Chaozu terdesak oleh serangannya, ia tidak jatuh, tapi melayang menjauh. mengapung-apung di udara, Chaozu bahkan bisa berjalan di udara. ia menghajar Krullin dari udara. sementara Krullin lebih banyak menghindari serangan itu.

tapi Chaozu biarpun hebat ternyata tidak tahu kiri dan kanan. ketika Krullin melompat ke udara dan Chaozu bingung mencarinya, guru bangau berteriak, “di kirimu!” Chaozu bergumam, tangan kiri untuk memegang sumpit dan tangan  kanan untuk memegang mangkok, jadi yang mana kiri…..

tapi meski tidak tahu kiri dan kanan Chaozu tetaplah lawan yang mengerikan. ia memiliki jurus yang bernama gelombang dodon. dari kedua tangannya memancar gelomabng kuat yang dihantamkannya bertubi-tubi pada krullin. dalam keadaan sangat terdesak Krullin mencoba memakai kamehameha, jurus yang belum pernah dicobanya. hasilnya tak sekuat yang dihasilkan Goku. tapi efeknya pada chaozu fatal karena Krillin menyerang saat Chaozu bingung mencarinya. tapi lagi-lagi chaozu tidak jatuh ia melayang jauuuh

dan ketika kembali gurunya memerintahkannya untuk segera membunuh Krullin, karena ia baru mendengar berita bahwa Goku telah membunuh Tao Pie pie, adiknya yang sangat hebat. Guru bangau ingin membalas  dendam dengan membunuh semua murid pertapa kura-kura

hasrat membunuh Chaozu membuat Krullin memutar akal bagaimana mengalahkannya. ia mengamati bahwa Chaozu menyerang dengan menggunakan kedua tangannya. jadi kedua tangan itu harus disibukkan. dalam kondisi kesakitan, krullin berteriak pada chaozu “berapa 9-6?”

cahozu ternganga, ia lalu menghitung dengan jari-jarinya, tapi tidak segera menemukan jawabannya. “tiga” kata Krullin sambil menyerang. Chaozu lalu ganti bertanya,  “16+27?”, krullin menjawab cepat “43″, sambil menyerang lagi. dan akhirnya ketika Chaozu masih kagum pada kecepatan Krullin menghitung, krullin bertanya lagi “9-1?”……….. aaa ternyata Chaozu meski petarung hebat,  benar-benar tidak bisa berhitung. dan Krullin pun memukulnya hingga Chaozu keluar dari ring.

begitulah akhirnya, krullin menang karena ia cerdik dan bisa berhitung. jadi siapa bilang matematika tidak bermanfaat?

aaaaaaaaa

July 4th, 2008 by ikanberenang

setelah a lalu b
biasanya begitu

semakin mahal

May 22nd, 2008 by ikanberenang

kemarin bojong sms
“kalau bbm naik 30% harga buku akan naik 60%
kira-kira masih hobby baca buku gak?”

tentu saja masih
yang enggak itu kan beli buku
bahkan sekarang saja ketika bbm belum naik (lagi)
aku sudah tidak mampu beli buku
dibanding ketika masa jadi mahasiswa
yang masih bisa beli 1 buku tiap bulan
sekarang ini benar-benar masa mengenaskan

buku-buku baruku adalah hasil belas kasihan (dan kasih sayang) sahabat-sahabatku
yang tak segan membelikan aku buku
meski mereka juga miskin
selain itu
buku bekas
tiap kali ke jakarta selalu berburu buku bekas
yang Rp 50.000 sudah dapat banyak
jadi sedih mendengar pedagang buku bekas di surabaya digusur
dan tentu buku-buku gratis….

lalu e-book
ini sekarang jadi salah satu jalan untuk pilihan bacaan yang lebih beragam
meski,
susah baca di depan monitor
karena kalau harus diprint akan jadi mahal juga

(mak, bagaimana kabar kothakjajan community kita?)

sang tandak

May 22nd, 2008 by ikanberenang

tiba-tiba teringat ketika akhir tahun 2004
ada acara di jember
lalu nonton lengger
ini pengalaman baru
karena aku belum pernah nonton sebelumnya

para penabuh musiknya laki-laki
dan siang itu panas sekali
lapangan berdebu
bukan hari yang nyaman
musik telah dimainkan bertalu-talu
gaduh sekali
lalu muncullah sang bintang….

seorang perempuan
bersarung batik madura
berkebaya dan berkalung selendang
bibirnya merah
dan pusarnya yang diwarnai merah dipamerkan dengan bangga
ia tersenyum wajahnya memancarkan bahagia

penonton bertepuk tangan
bukan, bukan
jangan bayangkan ia seorang perempuan muda cantik menggoda
umurnya kira-kira 50-an tahun
seorang perempuan yang sehari-harinya mungkin bergelut dengan
pekerjaan domestik
atau bekerja sebagai buruh tani

dan di lapangan itu ia menemukan eksistensinya
eksistensi seorang bintang….

perempuan-perempuan

April 16th, 2008 by ikanberenang

pagi itu cerah sekali
seolah kemarau telah tiba lam
sama sekali tak kentara kalau dua hari sebelumnya hujan turun dengan derasnya
abu turun, tapi tak sederas kemarin
jalan-jalan mulai mengering
tak lagi becek

kami berjalan bertiga beriiringan
mengobrol ringan sepanjang jalan
jalanan ini, tanah lempung hitam dan padat
pasti dingin di kaki
tapi saya memakai sandal

beberapa kali kami berpapasan dengan orang-orang
yang sudah pulang
mereka memikul kayu atau pakan ternak
pasti mereka berangkat pagi-pagi sekali
sapa dan tawa bertukar-tukar
seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan

padahal ketika kami sampai di tepi sungai
yang air jernih dan sejuknya mengalir deras
itulah kekhawatiran
semua orang bergegas karena berlomba dengan sungai ini
ia bisa saja bsegera berubah perangai dari ramah dan menawarkan kesegaran
menjadi berwajah keruh membawa batu-batu, pasir, dan lumpur
dan tak segan menghanyutkan apa saja
batang kayu, tebing batu, atau orang lalu

tapi pagi itu ia begitu bening dan menyenangkankan
jadi kami menyeberang dengan tenang
lalu jalanan mulai mendaki
kopi, kopi, kopi di kiri kanan
kalliandra dn gliricidia di sela dan di tepinya
tak banyak tanaman lain, atau pohon hutan yang tersisa
tidakkah ini juga kekhawatiran?

satu jam kami sampai di sepetak lahan dengan kopi yang masih muda
nafas tersengal keringat membanjiri punggung
dan haus

duduk di gubuk kami merasakan angin menciptakan rasa anyep di kulit kami
keringat membuat suhu tubuh lebih dingin
beberapa jambu biji merah yang masih mengkal berbalut abu
tapi rasanya benar-benar nikmat
maklum kehausan

segera setelah itu dua perempuan itu bergerak
mengayunkan sabitnya ke cabang-cabang kalliandra
bakal pakan kambing yang mennggu di kandangnya

lalu ketika matahari hampir sampai di atas kepala kami
kami pulang
mbak tukinah yang hamil tujuh bulan mambawa seikat kayu di atas kepalanya
mbak ngatirah dengan pakan kambing
saya hanya membawa taas berisi daun singkong

perjalanan pulang terasa lebih melelahkan
mbak ngatrah berjalan setengah berlari menuruni jalan sempit ini
mungkin hanya beban di atas kepalanya yang ada di pikirannya
adakah waktu untuk berhenti dan berpikir dalam hidup ini
bukankahkita memang berjalan terburu setengah berlari tanpa sempat berpikir lagi?

tapi mbak tukinah berjalan lebih pelan
entah apa yang dipikirkannya
mungkin suaminya yang bekerja di malaysia
atau anak dalam kandungannya
atau entah apa

mereka perempuan-perempuan yang bertahan dalam sulitnya hidup
tanpa bisa berbuat banyak
mereka hanya dua di antara yang sejenisnya
mungkin di barisan itu pula aku berdiri
dalam gaya dan pose yang lain….

kandang kambing

April 16th, 2008 by ikanberenang

itu adalah tempat yang paling menarik perhatianku setiap kali berkeunjung ke desa di kaki semeru ini. aku kerasan duduk-duduk di dekatnya karena begitu bersihny, sampai-sampai kadang kurasa kamarku begitu jorok dibanding dengan rumah si embek itu.

dibangun tinggi, dengan tiang-tiang penyangga di bawah, lantai dari bilah-bilah bambu disusun sehingga memungkinkan kotoran kambing langsung jatuh ke bawah tetapi kaki kambing tidak terperosok dan terjepit di antaranya. lantai itu selalu kering dan bersih. di bawah kandang ada lubang untuk menampung kotoran, sehingga kotoran kambing tidak berhamburan ke mana-mana. tempat pakan ada di bagian depan. di situ si embek makan dan menguliti ranting-ranting sisa pakannya hingga bersih dan siap dipakai untuk kayu bakar. di samping kandang biasanya adalah tempat kosong yang bisa dipakai untuk meletakkan pakan dan kayu-kayu sisa makan kambing yang akan dimanfaatkan untuk kayu bakar. juga biasanya di situ sampah di kandang yang kecil-kecilditumpuk lalu dibakar untuk mengusir nyamuk dan lalat.

April 8th, 2008 by ikanberenang

today, everything goes wrong………….

February 20th, 2008 by ikanberenang

jika menjadi ikan
lalu bertemu santiago
ia mungkin mengajakku bicara
sementara ia menangkapku dengan pancingnya
aku akan mendengar kata-katanya
kata-kata yang sering kubaca sebelum tidur
tapi mungkin ia sudah mati
karena waktu menangkap ikan besar itu
dia sudah tua sekali

ah, aku hanya ingin terhidang di piringmu
digoreng kering seperti yang kau suka
masuk dalam perutmu
dan usus halusmu menyerap sari-sariku
aku akan menjadi tenagamu
mungkin menggerakkan tanganmu
memegang tetikus seharian